Warga Mengeluh, Siapa Peduli ?

Lingkungan yang nyaman di Perumahan Puri Cendana, dirasakan masih jauh dari harapan oleh sebagian besar warga. Berbagai masalah yang terus berjalan seolah belum dapat terselesaikan (atau mungkin tidak ada kemauan untuk menyelesaikannya) oleh pihak-pihak yang terkait dan bertanggungjawab terhadap lingkungan saat ini.

Diantara masalah yang sering dikeluhkan warga dapat kami rangkum sbb :

Kebersihan Lingkungan :

Kebersihan lingkungan merupakan efek dari kesemrawutan system yang ada dilingkungan. Seperti sampah yang berserakan di jalanan, saluran air yang tidak mengalir, dan sebagainya.

Torotoar di depan pintu masuk di pasang Drum Sampah, kesannya keliatan kumuh sebagusnya torotoar diperindah dengan kembang, bukan Drum Sampah.

Bunderan di depan pemasaran sudah di pagar, tadi kebersihan di sekitarnya masih memprihatinkan. Sampah berserakan dimana-mana, bahkan pernah terihat pemandangan yang sangat kurang menyenangkan dan tidak enak dipandang mata, seonggok atau sekarung kotoran kuda ada di pinggir bunderan di depan pemasaran, demikian disampaikan oleh Bapak Aweng Munawar, seorang warga.

Kemacetan :

Kemacetan menjadi satu keluhan yang paling sering diungkapkan warga. Terutama di sore hari pada saat weekend (sabtu-minggu) dan hari libur. Untuk mencapai rumah saja, bagi warga yang baru pulang kerja harus menghabiskan waktu lebih 30 menit untuk menembus kemacetan dari pintu gerbang perumahan. Luar biasa … Warga yang ingin keluar rumah untuk bepergian atau berekreasi brsama keluarga, jadi malas untuk berangkat, atau lebih memilih untuk tinggal di rumah saja.

Bapak Syamsir Alam, warga blok E Taman Lawu menyampaikan, “Dengan adanya macet saya sangat prihatin, kalau terjadi musibah dengan warga Puri Cendana : 1). kalau terjadi kebakaran mobil damkar tidak bisa cepat-cepat sampai ke lokasi kebakaran, keburu habis rumah rumah, 2). Kalau terjadi kecelakaan keburu meninggal baru sampai ke rumah sakit, 3) Kalau terjadi tindak kekerasan/pencurian keburu terjadi atau keburu kabur pencurinya baru polisi datang, 4). Kalau ada yang mau melahirkan keburu brojol bayinya di perjalanan, semua karena maceeeeeeettttttttt”.

Saluran Air :

Ini juga menjadi kekhawatiran warga. Karena jika tidak segera diatasi, tidak tertutup kemungkinan peristiwa banjir dapat melanda perumahan ini suatu saat.

Penyebabnya adalah saluran air yang tidak terawat, bahkan di sepanjang jalan raya Puri cendana (blok RPC) hampir seluruh saluran air tertutup tembok, dan diatasnya sudah digunakan lahan untuk berjualan. Rata-rata pemilik rumah menghabiskan halamannya untuk membangun tempat berjualan.

Dilaporkan oleh Bpk. Eko Ruswinardi, warga blok E Taman Lawu, “Saya lihat sampah numpuk sekali di sungai depan sekolah SMPN 11  Puri Cendana, itu banyak sekali plastik bekas bungkus makanan, kalau dibiarkan makin numpuk aja tuh sampah, salah seorang warga Blok F Taman Kerinci berkata : Banyak pedagang yang buang sampah dikali, tidak dikumpulkan tapi langsung buang di sungai”.

Pedagang Kaki Lima :

Masalah ini dinilai warga sebagai sumber dari segala permasalahan warga yang sulit terpecahkan. Memang ada segi positifnya dengan adanya PKL, mau belanja apa saja tersedia, tidak perlu lagi jauh-jauh berjalan ke Pasar Tambun.

Keberadaan PKL dianggap sebagai penyebab timbulnya kemacetan, kekotoran lingkungan, termasuk tersendatnya saluran air akibat sampah yang tidak dibuang pada tempatnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah PKL ini, seperti upaya relokasi ke lahan kosong (fasos) milik developer. Namun lama kelamaan kembali merambah ke tempat semula. Disamping itu, kuat dugaan warga bahwa kondisi ini memang dipelihara dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang tidak peduli dengan keadaan lingkungan hanya untuk meraih keuntungan pribadi semata. Hal ini diperkuat dengan dijumpainya aktivitas pungutan liar secara berkala dengan nilai yang mereka tentukan sendiri.

Sulitnya menertibkan PKL, juga dikarenakan sebagian besar pedagang adalah warga Puri Cendana sendiri. Atau memang karena ada warga yang diuntungkan dengan kehadiran PKL. Tentu adalah hak mereka untuk menggunakan rumah mereka menjadi sebuah toko atau tempat usaha, tidak ada yang berhak melarang mereka.

Solusi :

Warga tentunya sangat berharap berbagai masalah yang semakin nampak didepan mata ini dapat segera diselesaikan. Sangat diharapkan peran serta pihak-pihak terkait, seperti Kepala Desa Sumber Jaya, Developer, dan para pengurus RW untuk bersatu menuntaskan masalah ini.

Menanggapi beragai permasalahan tersebut diatas, Bpk Joko Waskito menyatakan bahwa, masalah ini butuh keseriusan seluruh warga Puri Cendana. Paguyuban Argo Puri tidak berdaya karena kurang dukungan dari warga. Contohnya, ketika di adakan program Puri Bebas asap pada minggu pagi…. yang terjadi adalah warga yang marah-marah dengan berbagai macam alasan… kita adakan sweeping PKL di jalan… warga bukan mendukung untuk membantu menertibkan tapi malah jadi penonton…. Karena kami hanya bekerja secara sosial yg peduli terhadap lingkungan…. sementara untuk menertibkan lingkungan perlu aparat/dukungan warga dan tentunya dukungan dana untuk membiaya aparat…. Maka pada akhirnya diserahkan pada masing-masing RW untuk menertibkan dilokasinya masing-masing…

Bpk Joko Waskito MENGHIMBAU KEPADA WARGA PURI CENDANA UNTUK PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN DENGAN MENUNJUKKAN TINDAKAN NYATA SEHINGGA TERCIPTA PURI YANG INDAH DAN NYAMAN…..

Pos ini dipublikasikan di Bidang Keamanan, Bidang Kebersihan, Bidang Perdagangan, Developer, Jalan Lingkungan, Paguyuban Argo Puri, Rukun Warga. Tandai permalink.

22 Balasan ke Warga Mengeluh, Siapa Peduli ?

  1. Agis Sugiana berkata:

    Banyak warga yang lebih memilih hengkang meninggalkan perumahan ini alias pindah rumah ke Perumahan lain, daripada terus bergelut dengan permasalahan yang semakin hari semakin akut….

  2. gio berkata:

    Semenjak saya memutuskan untuk memilih puri cendana sebagai tempat tinggal rasanya ada sesuatu yang dapat saya banggakan, perumahan yang strategis dikelilingi beberapa perumahan disekitarnya, jalan utama yang luas, bersih, tata letaknya bagus shingga mudah dalam pencarian alamatnya dan masih banyak lagi berbagai pertimbangan kenapa saya memilih puri cendana untuk menetap, Tetapi semua yang saya bangakan dulu kayaknya sudah tidak ada lagi, yang terbayang dalam pikiran saya hanya perumahan yang ramai macet pkl dan sampah yang membuat kesan kumuh. Menurut saya penyebab utama semua ini adalah pkl walaupun tidak menutup kemungkinan ada sebab yang lain. Jika pkl tidak ada maka Tidak akan ada orang datang ke puri cendana untuk berbelanja, dengan sendirinya akan terjadi berkurangnya kemacetan dan berkurangnya sampah yang berasal dari pkl.
    Mari kita kembalikan puri cendana yang bisa dibanggakan!
    Mulai dari diri kita sendiri dan keluarga, untuk tidak keluar pada jam2 macet karena akan menambah macet, bersihkan saluran air, buang sampah pada tempatnya, dan bersatulah RW sepuri cendana, tidak bisa bila masing2 RW menentukan kebijakanya sendiri2 karena semua RW di puri cendana merupakan satu kesatuan puri cendana itu sendiri.

  3. novi berkata:

    PKL ditiadakan setuju, tapi yang lebih baik lagi puri cendana punya kawasan komersial tersendiri. Yang nantinya kawasan komersial itu juga menjadi kawasan hiburan terutama untuk anak** kita (bukan di pinggir jalan seperti sekarang). Untuk kebersihan, MUTLAK sifatnya menjaga kebersihan terutama management sampah dan saluran pembuangan jangan sampai tersumbat. INGAAT..!! saudaraku… ,suatu saat jika saluran dan danau kita penuh sampah dan menimbulkan BANJIR..kita yang akan “menikmati” nya bukan para PKL dan orang** yang hanya numpang dagang di puri cendana.

  4. ayahnya alif berkata:

    setuju kalo PKL di berantas dari puri.. kebanyakan yang dagang bukan warga puri.. yg datang dan membuat macet juga bukan warga puri.. saya pernah iseng2 jalan muter-muter blok A dan blok C banyak warga beraktivitas di lingkungan rumahnya tapi jalan utama puri cendana macet parah.. apalagi pedagang dengan cueknya membuka lapaknya di depan pintu gerbang blok A dan blok C.. pintu gerbang yg harusnya steril untuk pintu masuk dan pintu keluar warga malah untuk berjualan..

    please STOP PKL di puri..
    seluruh RW harus bersatu membuat spanduk tentang larangan PKL berjualan dipasang setiap 10 meter. trus di pintu masuk puri cendana dibikin portal selanjutnya seluruh warga puri cendana diberikan stiker. nantinya kendaraan tanpa stiker dipungut biaya masuk kecuali warga puri cendana..
    saran saya diatas cuma wacana saya, seandainya diambil dan diputuskan bersama-sama seluruh RW di Puri Cendana tentu akan saya dukung 200%..
    saya sudah muak sama pedagang di pintu gerbang blok A dan blok C..

  5. ayahnya alif berkata:

    tambahan lagi biaya pungutan dari karcis masuk puri bisa untuk biaya gaji satpam di depan gerbang utama puri.. tentu modal pembuatan
    portal dan stiker perlu dibicarakan bersama-sama seluruh warga..

  6. Kopral 1 berkata:

    Terima kasih atas informasi dan laporannya, akan kami sampaikan kepada pihak yang berwenang di kantor pusat developer (PT. DPM) …

  7. Rakyat Jelata berkata:

    Alhamdulillaah….hari ini/sore ini puri sudah enak di pandang..tidak lagi macet,semrawut acak adul..mudah2an pihak developer terus bisa menjaga kondisi ini supaya lebih baik sehingga Puri Cendana benar2 menjadi tempat hunian yg bersih sehat dan nyaman buat warganya..Memang dulu pertama tinggal di Puri Cendana Bangga melihat lingkungan yang tertata baik,namun semakin kesini tidak ada lagi yang bisa saya banggakan,mudah2 kebanggaan saya sebagai warga Puri Cendana bisa pulih kembali dengan perhatian dr PT. DPM untuk bisa menjaga lingkungan agar tetap NYAMAN buat warganya.

  8. abi berkata:

    gerbang blok A&blok C ttp siang malam masih ada yg dagang dijalan diantaranya warga setempat….???

  9. marzukiali berkata:

    semoga setelah kemarin PKL ditertibkan ada tindakan NYATA yg berkesinambungan sehingga penertiban yg kemarin dilakukan bukan sekedar membangun CITRA’ tp murni keperdulian utk kenyamanan warga puricendana. semoga kondisi ini nggak lalu dimanfaatkan oleh ormas atau oknum warga untuk menaikan tarif setoran lapak nantinya……..!!!??

  10. Kisemar berkata:

    TOLAK KEHADIRAN ORMAS ……..

  11. gundo berkata:

    MAU HENGKANG KEK DARI PURI SIAPA YANG PEDULI..
    PALESTINA AJA TETAP BERTAHAN WALAUPUN RUDAL LALU LALANG DIATAS RUMAHNYA
    INI GARA GARA PKL DOANG …PANGGIL SATPOL PP ..SELESAI

  12. john berkata:

    Tolong dibersihkan PEDAGANG KAKI LIMA…bikin semrawut dan macet….sudah tidak nyaman lagi tinggal di Puri Cendana….mau siapa saja yang mengijinkan pedagang jualan….tidak perlu dipikirkan…karena bukan konsep puri yang sebenarnya……warga butuh nyaman…jika terus seperti ini suatu saat warga akan melakukan tindakan atau menuntut developer karena sudah menyalahi aturan bahwa konsep perumahan ini adalah hunian bukan pasar….!!!!

  13. hasym@gmail.com berkata:

    Puri adalah konsep perumahan dan Niaga..
    kalau ente gak kuat tinggal di puri.. mending ente ke tambelang aja….
    anda cocoknya tinggal disana sebab puri adalah pusat segala macam niaga.
    orang beli rumah ke puri hanya karena ramai dan serba ada.

    saya aja punya ruko and rumah kontrakan 2 biji gak pernah komplain..

    thanks

    Warga BLOk D

  14. Muh. Liem berkata:

    @ hasym@gmail.com, memang betul konsep Puri Cendana adalah Perumahan&Niaga…tapi bukan PKL…terus kami mohon sebut nama aja, jangan sebut Warga Blok D. Mohon maaf, kayaknya ga pas kalo saudara bilang demikian. Warga Blok D bukan hanya saudara aja. Sy justru ingin bertanya. Menurut pengakuan, saudara punya Ruko&Rumah Kontrakan 2 biji. Benarkah saudara tinggal di Puri atau setelah melihat Puri semrawut, saudara kontrakin tuh rumah&ruko?

  15. Muh. Liem berkata:

    Mencari Rejeki di Puri Insya Alloh Halal…
    Tapi Tidak Akan Berkah Pabila Menjadi Masalah Bagi Kemaslahatan Warga…
    Yok kita sama-sama Renungkan…
    Mudah2an sy salah….
    Tidak usah saling Fitnah siapa yang Salah…
    Tapi mari kita bebenah untuk Puri yang lebih Indah…
    Saat ini Developer yang punya wewenang…
    Tapi wewenang itu akan dicabut, pabila tidak sesuai aturan yang telah ditetapkan PEMDA
    ARGO PURI Harus Bermain Cantik, Karna sy yakin PKL akan Pergi Tergelitik
    Developer Akan Nurut, Karna Takut Wewenangnya Dicabut
    Jadi ARGO PURI ga usah takut, karna kami akan selalu TURUT

  16. yang harus dibenahi adalah para pemangku kekuasaan….jadi ga saling sikut…coba dirembug antara perwakilan pedagang,perwakilan pengelola ( Saudara Mahmud CS) dan forum Argo Puri dan dinas -dinas terkait

  17. hariyadi_bahlol01@yahoo.co.id berkata:

    Wah perumahan puri cendana Macet,Semrawut kaya pasar aja.walau dirembug antara perwakilan pedagang,perwakilan pengelola ( Saudara Mahmud CS) dan forum Argo Puri susah karena saling berkepentingan untuk isi perut gendut….Coba hitung PKL dari blok A sampai G berapa?kalau masih bisa hitung berarti masih Waras…Solusinya Berpikir…

  18. reyhan berkata:

    masih banyak warga kita yang masih menderita
    berjualan adalah salah satu jalan lain,demi menopang hidup keluarga.diperumahan puri masih banyak orang susah loh? yang kaya mah adem ayem doyannya protes n complain gak liat sodara kiri kanan.

    jangan saling menyalahkan.
    gak bakalan selesai..

    hidup ini dibawa santai ajja perbanyak amal

    ibadah dfan kebaikan.

    wassalam

    Reyhan

  19. ayahnya_alif berkata:

    gw tetap gak setuju Pedagang KakiLima berserakan di Puri.. bikin kumuh perumahan, jadi gak cantik, gak nyaman, trus banyak sampah betebaran tiap hari entah siang ato malam.. satpam proyek ama ormas kampung cuma narikin duit aja.. warga ketemu susahnya kalo pulang kerja, badan capek, macet di jalan mo ke rumah.. masa dari gerbang ke Blok F butuh waktu 1 jam.. orang dari jakarta ke tambun 1 jam.. bener-bener udah gak rasional.
    gw setuju tuh kalo gerbang depan puri cendana samping alfamidi dikasih Portal dan dibangun Pos Satpam.. warga puri cendana dibagiin stiker buat ditempel dikendaraan.. ntar satpamnya minta retribusi buat kendaraan yang gak pake stiker..
    1. biar lebih aman
    2. biar kliatan exklusif perumahannya
    trus jalan tikus yang tembus ke puri dari blok G dan blok F, blok E juga dibatasi waktunya

    gw yakin semua warga se Puri Cendana setuju ama usulan gw.

  20. Muh. Liem berkata:

    se-7 buangeeet…….
    Salam 1 NYALI….

  21. Ummi Ilyas berkata:

    setuju banget….
    bapak – bapak paguyupan argo puri
    ayo diusulkan ke developer pintu gerbang di kasih portal dan satpam,…

  22. ayahalif berkata:

    Saya bersyukur sekali kemaren saya menengok ke perumahan puri cendana udah aada perubahan yang lebih baik.
    Saya setidaknya melihat perubahan, mulai dibuat pos keamanan, mulai dibuat taman-taman, dan sampah-sampah keliatan lebih bersih (saya gak tau kalo bersihnya sampah terbawa banjir mungkin.. Yang katanya puri banjir)
    Tapi saya juga melihat aada ormas dengan mengatasnamakan pedagang memblokade jalan di boulevard belakang pas depan blok F pada tgl 1 februari 2013. Sayang saya sedang tidak bawa HP atau kamera.
    Ya semoga saja ormas2 itu tidak berbuat hal-hal yang merugikan warga puri cendana..
    Salut untuk pengurus RW se puri cendana dan pengurus paguyuban ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s