Banyak Nyamuk Di Rumahku

Posting ini awalnya hanya iseng. Merasakan akhir-akhir ini banyak sekali nyamuk dilingkungan kami, jadi inget lagu anak-anak zaman tahun 1990-an.

“Banyak nyamuk di rumahku”. Lagu anak-anak karya Papa T Bob yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik Enno Lerian ini, begitu populer ditelinga anak-anak tahun 1990-an.  Tapi kenapa yach… judul lagu ini ternyata masih relevan sekali kita rasakan akhir-akhir ini di lingkungan Puri Cendana khusunya, mungkin juga di wilayah lainnya ?

Coba kita perhatikan lirik lagunya :

Banyak nyamuk dirumahku
Gara-gara kamu
Malas bersih-bersih
Banyak semut dirumahku
Gara-gara kamu
Malas bersih-bersih
Dikamarku
Banyak nyamuk
Dikamarku
Banyak semut
Aduh mama aku jadi susah tidur
Nyamuk-nyamuk nakal
Lalat lalat nakal
Sukanya menggoda aku
Tikus-tikus nakal
lalat lalat nakal
Sukanya membikin kotor
Banyak nyamuk dirumahku
Gara-gara aku
Malas bersih-bersih
Banyak semut dirumahku
Gara-gara aku
Malas bersih-bersih
Dikamarku banyak nyamuk
Dikamarku banyak semut
Aduh mama aku jadi susah tidur

Akhir-akhir ini penulis jadi bertanya-tanya, kenapa selalu banyak nyamuk di lingkungan kita ? Apakah karena memang kita yang malas bersih-bersih, atau memang nyamuknya yang nakal ? Entahlah …

Apakah mungkin karena musim kemarau yang menyebabkan jentik nyamuk mudah berkembang biak, atau mungkin kita perlu melakukan fogging di lingkungan kita ? Mari kita pikirkan bersama sebelum banyak jatuh korban karena si nyamuk …

Pos ini dipublikasikan di Bidang Kebersihan, Bidang Kesehatan dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Banyak Nyamuk Di Rumahku

  1. T Juhanto berkata:

    Dalam ilmu biologi, banyak sedikitnya suatu populasi akan berbanding lurus dengan daya dukung habitatnya untuk berregenerasi dan terutama ketersediaan makanan. Contoh, di padang yang kaya rumput di Afrika banyak ditemukan herbivora dan tentu saja konsekuensinya predator -singa- juga banyak hadir di sana sebagai penyeimbang ekosistem. Populasi hewan herbivora tersebut tidak kita temukan di Gurun Sahara yang langka rumput. Makanya daripada gigit jari, singa pun absen di gurun itu.

    Lalu mengapa populasi nyamuk banyak sekali diperumahan? Ya jelas karena faktor banyaknya ketersediaan makanan diperumahan, yaitu kita-kita ini para penghuninya. Tempat berkembang biak pun sungguh ideal, banyak genangan air di got yang mampat. Faktor2 lain bapak/ibu pasti bisa menyebutkan satu persatu dengan benar. Namun ada satu faktor yang saya ingin sampaikan yaitu faktor moral atau adab atau sopan santun. Eh, wait a minute! Apa hubungannya nyamuk dengan sopan santun? Maksudnya nyamuk kita ajari sopan santun? Permisi, kulo nuwun, punten saya mau menghisap darah panjenengan..begitu? Hehe ya gak mungkin lah justru karena sopan santun itu domainnya manusia dan nyamuk dari sono-nya gak kenal sopan santun, maka mari kita coba lihat hubungan kesopansantunan atau adab kita itu dengan populasi nyamuk.

    Setuju tidak kalau nyamuk bisa menghisap darah kita jika dan hanya jika si nyamuk menemukan bagian tubuh kita yang terbuka? Makin rapat kita berpakaian makin sedikit area yang dapat diexplorasi darahnya oleh nyamuk. Pun sebaliknya demikian. Sekarang coba perhatikan sekeliling kita, astaghfirullah…banyak saudara2 perempuan kita yang memberi kesempatan nyamuk lebar2. Maksudnya pakaiannya minim. Bercelana pendek (banget) baju pun demikian dan gak malu keluyuran keluar rumah. Coba pikirkan betapa banyaknya area terbuka yang bisa dihisap darahnya oleh nyamuk. Pantas kalau nyamuk betah beranak pinak dilingkungan perumahan kita. Secara hukum biologi syaratnya terpenuhi. Jadi udah nyambung kan hubungan antara sopan santun/adab dengan tingkat populasi nyamuk? Kalau tidak menemukan sambungannya abaikan saja! Karena maksud tulisan ini untuk mengingatkan kita semua untuk berpakaian ditempat umum secara lebih sopan, lebih beradab, lebih terhormat (maaf ya masyarakat umum menilai orang berpakaian minim bukanlah orang terhormat), terlebih bagi kaum muslimah yang mana berpakaian ada aturan syariatnya. Jadi dengan makin sopannya, beradabnya, terhormatnya kita berpakaian (bagi muslimah lebih mulia dalam rangka taat pada Allah SWT) mudah2an -insya Allah- nyamuk dilingkungan perumahan kita makin berkurang. Mohon maaf bagi yang tidak berkenan.

  2. ayahnya alif berkata:

    banyak nyamuk dilingkungan kita karena banyak air tergenang di saluran air di sekitar kita sehingga banyak tempat buat nyamuk untuk bertelur.. marilah kita bersama-sama melihat saluran air disekitar kita.. apabila masih tergenang tandanya air tidak mengalir lancar.. keruk salurannya, sodet lobang-lobang got dibawah jalan/yg tertutup jalan.. semoga aksi kita bisa membersihkan nyamuk disekitar kita..

  3. abu umar berkata:

    Assalamu a’laikum,
    Pas banget neh lg pengen curcol…
    Waduh dari mana ya saya harus mulai, bingung juga neh…
    Berawal saat hujan besar terakhir kmaren di penghujung May lalu di malam hari, saat itu kondisi saluaran air meluap, airnya tumpah ruah, hingga masuk ke dapur salah satu warga RT 001, hal ini di sampaikan di forum pertemuan warga di awal June, realisasinya diadakan surat edaran utk kegiatan kerjabakti, karena hasilnya kurang maksimal dikirimkan kembali surat edaran utk kerja bakti di minggu berikutnya, dan di sepakati utk menggunakan jasa kuli utk menghandle pekerjaan saluran air, meliputi perbaikan, pngerukan,dll agar aliran air pada saluran air/got lancar kembali. akan tetapi hingga hari ini saya menulis curcol-an ini hal ini blm dapat terealisir, saya juga tidak tahu kenapa karena memang tidak ada tindak lanjutnya kembali.

    Kebetulan, saluran air di depan rumah saya ini, adalah hasil dari kerja bakti yang di tinggalkan (tidak tuntas), saat itu hanya di gali lebih dalam, sementara aliran air ke rumah berikutnya (hilir) mampet dan di biarkan, pada akhirnya semua air limbah tertampung di rumah saya termasuk air limbah tetangga (sebelumnya saluran air tsb kering). saat ini dampak dari hal ini, selain menjadi sarang nyamuk dan meniimbulkan aroma yg tidak sedap juga menjijikan (bersampah), apalagi pasca fogging kemarin, banyak bangkai kecoa tumplek di situ.

    Padahal keluarga saya relatif sedikit/hemat untuk penggunaan air rumah tangga, selain karena memang tidak ada kegiatan harian/rutinitas mencuci, menyiram dsb. paling hanya limbah kamar mandi, itu pun tdk termasuk limbah buang air (dampak aroma got) karena kami (penghuni rumah) semua laki-laki terbiasa menggunakan urinoir yang saluran buangnya tersendiri tidak melalui aliran got.makanya selama ini saluran air/got di rumah kami selalu kering. dan saat ini sudah hampir 1 bulan ini kondisinya berubah menjadi penuh, kotor dan berbau.

    Saya tidak tahu harus di komunikasikan dengan siapa? karena memang sebenarnya semua pihak harusnya sudah tahu kondisi ini dan sekaligus tindak lanjutnya.

    Finally….., saya harus lebih banyak bersabar, nerimo dan juga legowo…coz life is complicated…isn’t it….?

    wassallam,
    Abu Umar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s