Game Online, Play Station, dan Anak-anak Kita

Anak asyik bermain PS

Dunia perdagangan di Puri Cendana semakin marak saja, tidak terkecuali dunia permainan dan hiburan bagi anak-anak. Salah satu fenomena yang perlu mendapatkan perhatian kita selaku orangtua adalah menjamurnya usaha Warnet, Game Online dan rental-rental Play Station.

Mengapa jenis usaha ini perlu mendapat perhatian orang tua ? Karena kalau kita perhatikan dan amati pengunjung warnet atau Play Station itu. Kebanyakan adalah wajah-wajah yang masih polos; anak-anak SD. Hampir semuanya main game online.

Sudah banyak cerita dari warga yang mengeluhkan bahwa anak-anak mereka (bahkan termasuk penulis sendiri) sangat sulit melarang anaknya untuk tidak datang ke tempat-tempat tersebut. Mereka sering main game online hingga berjam-jam. Bahkan ada yang sampai sore. Masya Allah, sampai separah itukah?

Fenomena lain yang sampai saat ini masih menjamur adalah rental-rental Play Station yang selalu ramai. Kalau kita jalan-jalan pada hari-hari libur di sepanjang Jl. Raya Puri Cendana, atau saat dalam perjalanan pulang dari tempat kerja, kita akan akan melihat betapa rental-rental Play Station itu tidak pernah sepi oleh anak-anak dan remaja yang gandrung PS-an. Mereka begitu asyik dan menikmati PS sampai lupa akan waktu.

Game online dan Play Station menjadi tantangan sendiri bagi kita para orangtua. Apalagi bagi kita yang sibuk dan “kurang perhatian” pada anak-anak kita. Kita hanya tahu bahwa kita telah menyekolahkan mereka, menyediakan makanan yang cukup bagi mereka, dan memberikan uang saku setiap hari kepada mereka. Kita tidak tahu jika ternyata uang saku itu digunakan untuk bermain game online atau play station. Pulang sekolah mereka mampir ke warnet atau rental PS. Yang lebih parah, ada yang sampai bolos sekolah demi game-game itu.

Kita harus menyadari betapa bahayanya game online dan play station bagi anak-anak kita. Tanpa menyadari bahayanya, mungkin kita masih menganggap ini biasa dan acuh tak acuh pada anak-anak kita.

Diantara bahaya itu adalah mengesampingkan ibadah. Shalat, misalnya. Pada anak yang mendapat antrian pada waktu-waktu shalat, misalnya shalat Zhuhur, dilewati begitu saja hingga sore hari ia baru pulang dari warnet.

Bahaya yang lain adalah melalaikan anak dari belajar. Padahal, belajar merupakan bekalnya menuju masa depan yang lebih baik. Seringkali tugas sekolahnya menjadi berantakan karena sudah kalah dengan game online dan play station. Jika, anak sudah berani bolos sekolah demi dua hal itu, bahaya yang lebih besar mengancam masa depannya.

Gamen online, sarat dengan kekerasan.

Dampak psikologi juga tidak kalah berbahayanya bagi mereka. Umumnya game online yang diakses atau play station yang digemari anak-anak mengandung unsur kekerasan. Akumulasi dari interaksi dengan game berunsur kekerasan itu akan mempengaruhi kepribadian mereka dan membentuk mereka menjadi suka marah dan temperamental.

Bahaya berikutnya adalah masalah kesehatan. Depkominfo melalui Direktur Pemberdayaan Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika pernah menyampaikan bahwa tidak sedikit pecandu games online yang sakit-sakitan bahkan hingga membawa korbannya kepada kematian akibat tidak mengenal waktu dalam mengakses permainan itu.

Semoga fenomena yang kurang baik ini mendapat perhatian juga dari para pengusaha warnet, rental playstation, serta para pengurus lingkungan RT/RW terlebih lagi oleh para orangtua. Mari kita selamatkan anak-anak kita dari permainan yang melalaikan masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Bidang Pendidikan, Bidang Seni & Budaya, Sarana Bermain dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Game Online, Play Station, dan Anak-anak Kita

  1. yudi berkata:

    wah..sangat berbahaya klo dibiarkan terus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s