Apakah sampah kita melukai orang lain ?

Kembali kita bicara tentang sampah. Selama ini pengelolaan dan pembuangan sampah di lingkungan perumahan Puri Cendana di kelola oleh pihak swasta, dengan cara warga membayar jasa mereka setiap bulannya melalui pengurus RT/RW masing-masing.

Lalu, apakah kita tahu kemana mereka membuang sampah-sampah kita ? Sebelum saya lanjutkan maksud tulisan saya ini, silahkan baca dulu berita  tentang “Warga Tambun Keluhkan TPA Ilegal” di bawah ini :

BEKASI, (PRLM).- Warga Kecamatan Tambun Selatan mengeluhkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ilegal yang banyak berada di lahan dekat pemukiman warga. “Masa setiap hari kami harus mencium bau tak sedap karena penumpukan sampah yang tidak juga diangkut,” ucap salah seorang warga Desa Setiamekar, Agus (35) kepada “PRLM”, Rabu (26/5).

Agus mengatakan, warga khawatir jika air sampah akan mencemari air tanah. Pasalnya, masih banyak warga di desa tersebut menggunakan air tanah melalui sumur-sumur mereka sebagai sumber air. “Baunya saja sudah menganggu. apalagi kalau dibiarkan, nanti air dari sampah itu dapat mencemari air tanah yang kami gunakan. Kami minta Pemkab segera bertindak,” ungkapnya.

Sekretaris Kecamatan Tambun Selatan Suharto Ariyanto mengungkapkan ada tiga TPA ilegal di wilayahnya, yaitu satu di Desa Sumberjaya dan dua titik di Desa Setiamekar. Namun TPA ilegal di Sumberjaya sudah agak berkurang diandingkan sebelumnya. Begitu juga yang ada di Kampung Bulu Desa Setiamekar.

Sedangkan aktivitas TPA illegal yang masih intensif, kata dia, berada di Kampung Rawakalong Desa Setia Mekar yang hingga kini belum bisa diatasi. Hal tersebut karena lokasinya sangat berdekatan dengan Pasar Rawakalong. Lahannya juga berdekatan dengan tempat tinggal warga setempat.

Selain masalah TPA ilegal, Suharto juga mengatakan kalau dalam urusan sampah, kinerja truk sampah di wilayahnya tidak bekerja maksimal. Akibatnya sampah-sampah yang berada di tempat-tempat penampungan sementara tak bisa terangkut dan menumpuk.

“Kami sudah melakukan pemanggilan koordinator truk sampah, namun koordinatornya tak pernah memenuhi panggilan kami. Padahal, kami hanya ingin berembuk menyelesaikan penumpukkan sampah yang akhirnya menimbulkan TPA Ilegal,” ucapnya. (A-186/das)***

Lanjutkan dengan informasi di bawah ini :

TAMBUN SELATAN – Meski pernah mendapat sorotan, namun tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal masih marak di sejumlah titik di Kabupaten Bekasi. Diantaranya di Desa Sumberjaya Tambun Selatan dan Desa Wanajaya Cibitung.

Di kedua lokasi ini, pembuangan sampah masih terus berlangsung. Selain berantakan, bau yang ditimbulkan menyeruak mengganggu setiap yang melintas di pinggir Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut).

Warga Sumberjaya Amran (35) menuturkan, sampah yang dibuang di Kali CBL merupakan sampah dari beberapa perumahan yang ada di Kecamatan Tambun Selatan. Sampah tersebut, kemudian dimanfaatkan oleh warga setempat untuk mencari barang yang masih bisa dimanfaatkan.

“Ada yang buangnya malem-malem, tapi yang buang sampahnya siang juga banyak. Saya enggak tahu persis bagaimana awalnya. Tapi warga banyak yang nyari barang bekas di sampahan itu,” katanya.

Selain di Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan, sambung pria plontos ini, banyak juga warga yang membuang sampah di sepanjang jalan Kali CBL tepatnya di Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung, “Kalau di seberang (Desa Wanajaya), saya enggak tahu sampah dari mana asalnya. Pernah ada sampah kulit duren sampe lima karung dibuang disitu,” katanya.

Dari pantauan Radar Bekasi, lokasi pembuangan sampah tidak hanya terjadi di satu titik. Tetapi diperkirakan ada lebih dari lima titik di sepanjang Kali CBL yang dijadikan tempat pembuangan sampah. Sepintas bila melewati sepanjang jalan Kali CBL, tidak akan terlihat tumpukan sampah, karena terhalang oleh pepohonan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi Rohim Mintareja mengaku baru mendengar kalau di sepanjang Kali CBL dijadikan TPS. Namun dia memastikan, lantaran hanya ada satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkengkeng di Kecamatan Setu, dia memastikan TPAS-TPS tersebut ilegal. “Itu jelas-jelas illegal.

Ini menjadi tanggungjawab Dinas Kebersihan. Kalau dibiarkan, akan menambah pencemaran Kali CBL dan lingkungan sekitar. Nanti akan kami tinjau ke lokasi,” kata Rohim.

Coba kita renungkan sekarang, jangan-jangan kita telah mengorbankan orang lain dengan sampah-sampah kita ? Astaghfirullah ….

Pos ini dipublikasikan di Bidang Kebersihan dan tag , . Tandai permalink.