Apa dan Bagaimana dengan Listrik Prabayar ?

Penggunaan listrik pra bayar di lingkungan Puri Cendana saat ini sudah cukup banyak, khususnya oleh para penghuni rumah baru, atau warga yang telah memilihnya. Untuk itulah kami menyampaikan tulisan tentang “Apa dan bagaimana dengan Listrik Prabayar?”, di sini :

Kalau Anda terbiasa dimudahkan dengan layanan prabayar untuk telepon genggam, seperti itu pula yang akan Anda rasakan dengan layanan listrik prabayar.

Layanan Listrik Pra Bayar merupakan bentuk pelayanan PLN dalam menjual energi listrik dengan cara pelanggan membayar dimuka. Mudahnya, sebelum menggunakan listrik dari PLN, pelanggan terlebih dahulu membeli sejumlah nominal energi listrik, sesuai yang dibutuhkan.

Dengan cara ini, kendali penggunaan listrik sepenuhnya ada pada diri pelanggan. Kekhawatiran tagihan listrik membengkak tak perlu lagi lagi terjadi. Baik yang disebabkan oleh penggunaan listrik yang tak terkontrol maupun terjadinya kesalahan baca meter. Dengan membeli listrik di awal, hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tak perlu lagi terjadi.

Bila dibandingkan dengan penggunaan layanan pasca bayar selama ini, pelanggan relatif tak leluasa untuk mengetahui berapa besar energy listrik yang telah dikonsumsi. Pelanggan baru bisa mengetahuinya setelah waktu pembayaran atau bahkan saat akan membayar di loket PLN. Maka, tak heran jika kadang pelanggan dibuat kaget oleh tagihan yang melambung tinggi. Yang disebabkan oleh penggunaan listrik yang tak terkendali.

Dengan layanan listrik prabayar, pelanggan bukan saja bisa mengetahui sudah berapa banyak energi listrik yang dikonsumsi, namun juga dapat melihat berapa energi listrik yang masih tersisa untuk dapat digunakan.

Mengingat uniknya sifat layanan listrik prabayar ini, maka diperlukan alat khusus yang berbeda dengan layanan listrik pasca bayar. Alat khusus ini dinamakan kWh Meter (meteran listrik) Pra Bayar, atau lebih dikenal sebagai Meter prabayar.

Setiap pelanggan prabayar akan dilengkapi dengan meter prabayar ini beserta 1 Kartu Prabayar. Meter tersebut yang akan mencatat penggunaan listrik anda. Sedang, kartu prabayar selain sebagai nomor identitas pelanggan prabayar juga berfungsi sebagai alat transaksi pembelian energi listrik. Kartu prabayar tersebut dipakai oleh pelanggan selama masih berlangganan listrik PLN.

Jadi, saat membeli energi listrik (isi ulang), pelanggan harus menunjukkan dan memberikan kartu prabayar kepada petugas PLN untuk dilakukan pengisian energi listrik. Tanpa kartu prabayar, pengisian ulang tidak dapat dilakukan.

Tarip Sesuai TDL

Tarip listrik Prabayar sesuai dengan Tarip Dasar Listrik (TDL Tahun 2004), yakni Tarip Multiguna untuk pelanggan Reklame, Billboard, pedagang Kaki-Lima dsb sebesar Rp 1.380/ kWh. Bila dibandingkan dengan tarip reguler, maka listrik prabayar boleh dikatakan lebih murah. Karena pelanggan tidak perlu lagi membayar Uang Jaminan Langganan (UJL), sementara harga per kWh-nya tetap (flat). Dengan listrik prabayar, keuntungan ganda diperoleh pelanggan, disamping dapat mengkontrol pemakaian listrik sesuai kemampuan biaya, juga tidak dikenakan UJL.

Sistem Prabayar merupakan bentuk paling efisien pembayaran listrik. Karena pelanggan hanya dibebankan membeli sejumlah kredit (isi ulang) untuk kemudian dipergunakan sampai kWh listrik tersebut habis. Hal ini sama seperti penggunaan isi ulang telepon selular yang biasa kita gunakan.

Setiap pembelian isi ulang prabayar terdiri dari unsur:

  • Energi Listrik (kWh), Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Meterai.
  • Pilihan besaran isi ulang bebas, dengan nilai minimum Rp 50.000,- s/d Rp. 5.000.000,-.
  • Tidak ada Biaya Beban

Bagi anda yang ingin pasang baru meter pasca bayar ke prabayar berikut caranya :

  1. Calon pelanggan melakukan pendaftaran di kantor pelayanan PLN terdekat dilengkapi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan denah lokasi yang akan di pasang listrik prabayar
  2. Petugas PLN melakukan survey ke lokasi
  3. Penerbitan surat persetujuan.
  4. Calon pelanggan menyampaikan sertifikasi laik operasi (SLO).
  5. Calon pelanggan membayar biaya penyambungan dan setrum perdana Rp 20.000,-.
  6. Calon pelanggan menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik.
  7. Petugas PLN melaksanakan penyambungan dan pemasangan meter prabayar.

Bagi yang ingin migrasi dari pasca bayar ke prabayar, berikut syarat dan prosesnya:

  1. Calon pelanggan melakukan pendaftaran di kantor pelayanan PLN terdekat dilengkapi dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan denah lokasi.
  2. Penerbitan surat persetujuan.
  3. Membayar setrum perdana Rp 20.000,-.
  4. Menandatangani surat perjanjian jual beli tenaga listrik.
  5. Petugas melaksanakan penyambungan dan penggantian meter dengan meter prabayar.

Nilai setrum isi ulang yang tersedia saat ini bernilai nomimal Rp 20.000,- s/d Rp 1.000.000,- . Menurut data dari situs PLN, token dapat dibeli di Bank Bukopin beserta mitra Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank NISP, PT POS Indonesia dan mitra PT. POS Indonesia, loket pelayanan PLN, dan gerai layanan PLN di mall Mangga Dua Square, ITC Cempaka Mas.

Kemudian Giant Ujung Menteng, Bekasi Cyber Park, Tamini Square, Pondok Indah Mall, Poins Square Lebak Bulus, Pluit Village, Matahari Daan Mogot, Supermall Karawaci, Mall Taman Palem, Pamulang Square, dan WTC Serpong.

Cara mengisi pulsa listrik prabayar:

  1. Beli voucher token di loket penjualan (kantor pos, bank atau loket lain yang ditunjuk) dengan membawa kartu identitas penggunaan listrik prabayar (bentuk dan tampilannya mirip kartu ATM). Anda akan mendapatkan 20 digit di struk pembelian token.
  2. Input 20 digit nomor token tadi di meter prabayar melalui keypad yang ada di situ.
  3. Meter prabayar akan mengecek dan jika nomor token valid, layar meter menunjukkan nilai kwh sesuai yang dibeli. Dan, pulsa pun bertambah, atau jika listrik mat karena pulsa habis, langsung menyala.

Menggunakan listrik prabayar, murah dan nyaman kan?

Pos ini dipublikasikan di Bidang Keamanan, Saluran Listrik dan tag . Tandai permalink.

5 Balasan ke Apa dan Bagaimana dengan Listrik Prabayar ?

  1. Teorinya sich bener begitu Pak, ada input dari yang udah pakai pak.
    Soalnya saya rencananya mau ganti pakai yang sistem baru itu.
    Tlg dong pengalaman dari yang sudah pakai ….. (komentari)

  2. Saiful berkata:

    Mhn infonya, mau pasang lampu penerangan jalan, hubungi kemana ya?
    makasi.

  3. uge berkata:

    berdasarkan perhitungan saya, dan melihat tabel tarif di salah satu situs,
    ternyata harga per KWH pra dan pasca bayar berbeda
    pasca bayar lebih murah
    contohnya saya pemakai dengan daya 900 VA
    di pasca bayar, biaya per KWH terbagi 3 sesuai pemakaian
    yang termahal kurang lebih Rp 450/KWH
    di pra bayar itu flat untuk daya 900VA yaitu Rp 605/KWH tanpa abonemen

    setelah dihitung, ternyata sama aja.
    hitungan saya bulan kemarin sesuai di struk (beserta abonemennya) sekitar Rp 70.000
    dan perhitungan saya dengan biaya per KWH Rp 605 juga sekitar Rp 70.000
    mungkin bisa beda Rp 1000 s.d Rp 2000 bagaimana pemakaian.
    semakin banyak penggunaan listrik (KWH-nya banyak) akan lebih boros jika menggunakan pra bayar.
    tapi jika irit akan lebih murah.

    silahkan hitung sendiri dengan acuan dari tabel di situs ini :
    http://www.diptara.com/2010/07/tabel-tarif-dasar-listrik-tdl-2010_17.html

  4. sobat divo berkata:

    yang ingin handphonenya bisa bayar listrik token pln,abodemen pln, buku2 terbitan gramedia group dll bisa cek di pages sobat divo di http://www.facebook.com/sobatdivo

  5. ayanocuakhiel berkata:

    untuk cara pengisian pulsanya sendiri bagaimana dan untuk pembeliannya pun dimana??? apakah mudah untuk pembelian pulsanya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s