PungLi Merebak, Hantui Pedagang Kaki Lima

Dibalik keramaian aktivitas para Pedagang Kaki Lima (PKL), ada kenyataan pahit yang mereka alami untuk dapat bertahan dengan aktivitasnya berjualan. Yaitu banyaknya pungutan liar (Pungli) yang selalu menghantui mereka.

Sebenarnya penulis berfikir panjang untuk menyampaikan hal ini. Khawatir ini akan menjadi fitnah dan resiko yang akan penulis terima, karena mungkin ini akan membuka tabir (aib) sekelompok orang yang melakukannya. Namun kebenaran harus diungkap, agar tidak ada salah persepsi yang selanjutnya dapat menimbulkan perpecahan antar warga Puri Cendana.

Merebaknya pungutan liar (Pungli) kepada para PKL sudah diluar batas kewajaran, dan tidak pada tempatnya. Beberapa informasi tentang hal ini telah coba penulis telusuri kebenarannya, diantaranya dengan bertanya langsung kepada para pedagang, atau kepada orang-orang yang memiliki hubungan dengan para pedagang.

Untuk bisa berjualan menjadi PKL di Perumahan Puri Cendana ternyata tidak mudah. Contohnya : Seorang teman saya yang berjualan masakan khas daerah dengan gerobak, dikenakan biaya sebesar Rp. 1,5 juta untuk bisa mendapat tempat. Harga tersebut berlaku untuk selamanya. Namun dalam setiap bulannya, dia juga harus menambah biaya kebersihan sebesar Rp. 100 ribu per bulan, dan uang keamanan Rp. 5 ribu per minggu. Ini tentunya berlaku kepada para PKL dengan nilai yang berbeda, kecuali bagi  PKL dari Warga Puri Cendana yang berani menentangnya.

Iuran keamanan dan sampah dikenakan kepada para PKL berkisar antara Rp. 2 – 5 ribu per hari, yang ditarik oleh beberapa oknum Petugas Security (?).

Beberapa lokasi strategis seperti : Permainan anak di depan Alfamidi, lapak di seputar bunderan depan developer, permainan kincir angin di samping pintu gerbang Blok B  Taman Semeru (sebelum dibangun), permainan balon raksasa di sarana umum depan pintu gerbang Blok E Taman Lawu, kabarnya punya nilai yang menakjubkan. (penulis tidak bisa menyebut angka pasti, karena informasi tidak langsung dari yang bersangkutan).

Di bulan Ramadhan 1431 Hijriyah hingga menjelang hari raya Iedul Fitri, lebih waras lagi.  Untuk bisa berjualan di kawasan sekitar pintu Gerbang Blok E Taman Lawu, kabarnya dikenakan biaya sebesar Rp. 500 ribu ditambah Rp. 200 ribu untuk THR. Untuk pedagang yang dilokalisasi (di dalam fasos), THRnya Rp. 300 ribu. Jadi untuk bisa berjualan di bulan ramadhan, mereka harus merogoh modal siluman itu berkisar Rp. 700-800 ribu.

Keresahan tampak pada para PKL dengan banyaknya Pungli tersebut, ditambah lagi banyaknya protes warga sekitar yang merasa terganggu dengan kehadirannya. Gaswat…. ada oknum yang mengeruk keuntungan di atas penderitaan para PKL, dan parahnya lagi, mereka bukan warga Puri Cendana sebagai pemilik wilayah.

Dalam berbagai komentar warga yang kami buka di Facebook Puri Cendana atau tulisan blog ini, sebagian besar warga juga sangat menyayangkan kenyataan ini. Bahkan ada juga yang menduga bahwa ada kelompok warga yang juga ikut menerima hasil pungutan itu, dan berharap hasil pungutan tersebut bisa dimanfaatkan untuk peningkatan fasilitas umum di Puri Cendana. Karena memang bisa kita bayangkan berapa nilai yang akan diterima , dan apa hasil yang akan didapat, jika pungutan itu dilakukan oleh warga. Jika ini dibiarkan, dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan antar komponen warga karena adanya saling curiga.

Untuk membersihkan nama baik warga, sebaiknya tidak ada orang yang mengatas namakan warga ikut menerima apalagi sampai meminta hasil pungutan tersebut. Karena jika hal itu sampai terjadi, disamping melemahkan posisi warga di mata oknum pemungut liar, tindakan itu sama saja dengan kita melegalkan adanya PKL berjualan di lingkungan Puri Cendana.

(Mohon maaf jika tulisan ini kurang berkenan di hati Anda, dan silahkan Anda tambahkan jika punya data otentik tentang kenyataan ini …!)

Pos ini dipublikasikan di Bidang Keamanan, Bidang Perdagangan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s