Kurangi Potensi Bencana, Kenali Gas LPG

Tabung Gas LPG

Maraknya kecelakaan meledaknya Tabung Gas LPG, telah mencemaskan masyarakat akan penggunaan gas untuk kebutuhan keluarga. Hal ini mungkin terjadi disebabkan kelalaian pengguna, atau mungkin juga disebabkan karena ketidaktahuan akan fungsi dan tata cara penggunaannya.

Disini penulis mencoba berbagi informasi tentang LPG dan seluk beluknya :

LPG (Liquified Petroleum Gasses) adalah bahan bakar berbentuk gas yang memiliki komposisi yaitu LPG propana (C3H8), LPG butana (C4H10), dan LPG campuran propana dan butana (LPG mix).

LPG (Liqufied Petrolium Gas) adalah salah satu produk yang dipasarkan oleh Pertamina dengan merk dagang Elpiji. Komponen utama dari LPG adalah campuran 40 % Propana (C3H8) dan 60% Butana (C4H10). Di samping itu LPG juga mengandung senyawa hidrokarbon ringan yang lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12). Di samping itu LPG juga mengandung senyawa hidrokarbon ringan yang lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12). dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasanya sekitar 250 : 1.

Tekanan di mana LPG berbentuk cair dinamakan tekanan uapnya sebesar 4-5 kg/cm2. Variasi tekanan tergantung komposisi dan temperatur, sebagai contoh dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2,2 bar) bagi butana murni pada 20 oC (68 oF) agar mencair, dan sekitar2,2 Mpa (22 bar) bagi propana murni pada 55 oC (131 oF). Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing–masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor : 25K/36/DDJM/1990

Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran. Untuk alasan keamanan di dalam pemakaiannya, Elpiji diberi zat pembau (Merkaptan), sedangkan untuk keperluan khusus Pertamina juga memasarkan zat Elpiji yang tidak berbau (odorless).

Kegunaan LPG di Indonesia :

  1. Sebagai bahan bakar pada rumah tangga.
  2. Sebagai bahan bakar pada produksi industri makanan, textile, kertas.
  3. Sebagai bahan bakar peleburan gelas dan pembakaran keramik di industri keramik dan gelas.
  4. Sebagai bahan bakar mencairkan logam di industri logam.
  5. Sebagai bahan baku untuk pengisian gas dalam korek api di industri korek api.
  6. Sebagai bahan penekan (zat penyemprotan) pada produk aerosol seperti obat nyamuk spray, dan cat spray.

Keuntungan LPG di banding bahan bakar lain :

  1. LPG merupakan energi yang bersih dan tidak berasap.
  2. Dapat menghasilkan pembakaran yang sempurna dan tidak menimbulkan kotoran sehingga sangat tepat untuk industri keramik, kaca, dan gelas.
  3. Menghasilkan pemanasan yang lebih cepat.
  4. Mempunyai tekanan uap yang lebih tinggi sehingga tidak diperlukan lagi pompa untuk pengalirannya.
  5. Peralatan masak dan ruang dapur lebih bersih.
  6. Mengurangi polusi.
  7. LPG memiliki nilai kalori (daya pemanasan) yang cukup tinggi serta efisiensi pemanasan yang tinggi.

Kerugian LPG :

  1. Penanganan LPG mengandung resiko yang tinggi dan perlu pengawasan tenaga ahli.
  2. Karena gas LPG mempunyai massa yang lebih berat dari udara, maka gas dapat merambat jauh sekali di atas permukaan tanah, atau melalui saluran air dan mengendap pada bagian terendah.
  3. Tabung kosong bekas LPG dapat juga menimbulkan bahaya. karena tekanan dalam tabung kurang dari 1 atm dan bila ada kebocoran, udara masuk ke dalamnya dan membuat campuran yang mudah menyala.
  4. LPG biasa disimpan dalam bentuk cair dengan tekanan. Kebocoran terutama dalam bentuk cair, dapat menguap segera dalam bentuk gas yang mudah menyala.

Untuk kebutuhan Industri dan rumah tangga, LPG dikemas dalam tabung LPG dengan ukuran 3 kg, 6 kg, 12 kg. Tabung-tabung LPG tersebut harus dalam keadaan layak pakai agar terjaga keselamatan tabung dan isinya serta memiliki waktu pakai yang lama.

Di dalam mengelola tabung-tabung elpiji dan bejana bertekanan diperlukan suatu tindakan keselamatan yang bertujuan untuk mencegah/menghindari terjadinya bahaya kebakaran ataupun peledakan pada tabung-tabung dan bejana tersebut yang dapat menimbulkan kerugian baik berupa materi maupun manusianya.

Adapun tindakan-tindakan keselamatan yang harus diperhatikan adalah:

  1. Pemeriksaan terhadap kondisi tabung-tabung dan bejana tersebut pada waktu-waktu tertentu. Hal ini dapat dilakukan pada saat pemeriksaan berskala (setiap lima tahun sekali) ataupun pada saat pengisian terutama untuk tabung-tabung elpiji.
  2. Tabung-tabung dan bejana yang berisi dengan gas tidak diperbolehkan berhubungan langsung dengan sinar matahari atau sumber pemanas lainnya. Dalam pengangkutan harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga tidak akan jatuh, mengguling atau menyentuh benda yang keras.
  3. Tabung-tabung atau bejana harus ditempatkan pada tempat yang tidak lembab atau tempat yang diperkirakan korosi.

Tujuan pemeriksaan berkala terhadap tabung-tabung dan bejana bertekanan adalah untuk menjamin agar kondisi tabung-tabung dan bejana-bejana tersebut selalu dalam keadaan baik/aman untuk dipergunakan. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan secara visual dan hydrostatic test (pemadatan dengan air dingin).

Bila di dalam pemeriksaan ternyata tabung ataupun bejana tersebut harus diafkir, maka pada tabung atau bejana tersebut diberikan tanda/cap berbentuk persegi sebanyak 3 tempat dengan dicantumkan, bulan dan tahun pengafkirannya. Selanjutnya tabung atau bejana ini dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tabung LPG merupakan media penyimpan bahan bakar gas dalam hal ini adalah LPG yang mana dalam penyimpanannya di dalam tabung dalam bentuk bertekanan. Oleh karena itu, diperlukan tabung LPG yang benar-benar mampu menyimpan LPG dengan aman.

Pemalsuan merupakan fenomena yang biasa terjadi. Tabung LPG palsu memiliki banyak kelemahan, khususnya pada aspek safety.

Tabung LPG palsu berasal dari :

  1. Tabung LPG eks China yang diimpor oleh penyelundup.
  2. Tabung LPG yang diproduksi oleh pabrikan lokal baik vendor maupun non vendor di luar pesanan PT. Pertamina (Persero).
  3. Tabung LPG yang afkir, yang seharusnya dihancurkan namun dijual kembali.

TABUNG LPG ASLI :

  • Susunan stamping.
  • PERTAMINA PBK 121546 ELPIJI.
  • WC 26,2 l.
  • TW 15,2 kg.
  • O 4-1996.
  • TP 31 kg/cm².
  • PR 11 kg BU 13 kg.
  • Huruf PERTAMINA dicetak dengan mesin Nomor seri pabrik 6-7 digit.
  • Water capacity tertera 26,2 l (huruf kecil).
  • Tanda lulus uji lingkaran polos O.
  • Letak huruf pada hand guard tabung tertera rapi, Penyablonan logo dan tulisan dekat.

TABUNG PALSU :

  • Susunan stamping
  • PERTAMINA PBK 121546 ELPIJI
  • WC 26,2 L
  • TW 15,2 kg
  • O 4-1996
  • TP 31 kg/cm²
  • PR 11 kg BU 13 kg
  • Huruf PERTAMINA dicetak manual, dicetak tanpa mesin/manual
  • Water capacity tertera 26,4 L (huruf besar)
  • Tanda lulus uji lingkaran polos H
  • Letak huruf tidak beraturan, Penyablonan logo dan tulisan agak jauh, kemungkinan akibat disablon tidak bersamaan

Sumber : Panduan suplai dan Distribusi Elpiji tahun 1995

Perbaikan tabung adalah kegiatan perbaikan tabung yang meliputi visual check, pengecatan ulang, penggantian valve, penggantian komponen tabung yang rusak dan pengelasan.

Yang bisa diperbaiki :

  1. Valve rusak.
  2. Foot ring rusak.
  3. Cat mengelupas, buram, terhapus labelnya.
  4. Bocor di sambungan las.
  5. Bocor di celah neck ring-valve.

Yang tidak bisa diperbaiki :

  1. Tidak lulus uji hidrostatik.
  2. Ulir neck ring rusak.
  3. Karat tebal.
  4. Deformasi pada badan melebihi ketentuan.
  5. Bocor di permukaan tabung.

Dalam pemakaiannya, ada beberapa langkah yang harus diketahui dan dilakukan konsumen. Langkah-langkah tersebut meliputi tata cara sebelum memakai LPG, cara menyimpan LPG, cara memelihara tabung LPG, mengetahui sumber-sumber kebocoran, mencegah kebocoran, mengatasi kebocoran. Langkah¬langkah tersebut untuk menjaga keselamatan para konsumen dalam memakai LPG.

Sebelum memakai LPG :

  1. Memastikan tabung tidak dekat dengan nyala api tebuka, misalnya nyala lampu minyak, api rokok, bunga api, dll,
  2. Memeriksa regulator yang dipasang dalam posisi tertutup, begitu pula tombol pada kompor,
  3. Mencegah selang gas tidak terkena nyala api atau terkena barang tajam yang mengakibatkan robeknya selang,
  4. Memeriksa dan memastikan selang tidak tertindih atau ada sesuatu yang menimpa,
  5. Memastikan kompor, regulator dan selang dalam keadaan baik.

Tata cara penyimpanan tabung :

  1. Tempat penyimpanan harus mempunyai ventilasi setinggi lantai (di bawah).
  2. Tabung harus dalam keadaan berdiri.
  3. Tabung tidak diperbolehkan langsung dengan sinar matahari atau sumber pemanasan lainnya.
  4. Penyimpanan harus kokoh dan stabil sehingga tidak akan terjatuh, mengguling atau menyentuh benda keras.
  5. Tabung harus disimpan pada tempat yang kering, tidak basah dan tidak diperkirakan menibulkan korosi.

Sumber-sumber kebocoran tabung LPG :

  1. Bila katup/tombol terbuka (pada waktu tidak digunakan) atau katup/tombol telah rusak.
  2. Selang karet dari regulator rusak, pecah atau menyambungnya tidak sempurna baik yang menuju kompor atau regulator.
  3. Regulator rusak atau seal (gelang) karet pada valve rusak atau tidak ada seal karet pada valvenya.
  4. Valvenya tidak dapat menutup (selalu terbuka).

Cara mencegah kebocoran tabung :

  1. Katup/tombol kompor harus pada posisi tertutup waktu kompor tidak digunakan, bila tombol rusak jangan digunakan sampai diperbaiki tterlebih dahulu.
  2. Saluran/selang regulator jangan terlalu panjang, sehingga mencegah tertindih, sobek terkena benda tajam, dan sambungan pada regulator harus kuat dan tidak mudah lepas.
  3. Sebelum memasang regulator, periksa apakah pada valve terdapat seal/karet gelang, bila bocor bukan pada seal karet tetapi pada regulator, lepas regulator dan jangan dipakai lagi.
  4. Apabila tabung lama tidak digunakan, tutuplah valve dengan bekas seal cap.

Langkah-langkah mengatasi kebocoran :

  1. Tutuplah regukator atau lepas regulator dari tabung gas.
  2. Singkirkan tabung gas jauh dari daerah kebakaran.
  3. Tutuplah tabung dengan karung sampai apinya padam.
  4. Padamkan dengan alat pemadam jenis CO2 atau DPC (Dry Powder Chemical).

Sumber Data : PERTAMINA (Tugas akhir mahasiswa Unibraw)

Semoga keberadaan Tabung Gas LGP tidak menjadi bencana di rumah kita …

Tentang Ook Joko Murdhianto

hormati orang sebelum dihormati orang
Pos ini dipublikasikan di Bidang Keamanan dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kurangi Potensi Bencana, Kenali Gas LPG

  1. Ferry Irawan berkata:

    Memang LPG bisa mengurangi polusi, dan bersih. Kalo dari tingkat keamanannya agak susah diprediksi. Mungkin ada yang lebih aman lagi Yaitu Gas ALAM (Produksi PGN), dimana instalasinya seperti PAM(ada alat ukur pemakaian) dan terdapat kran pengaman didepan dan dibelakang(Di dekat kompor), memang dari segi pemasangan baru lebih mahal namun aman. dan saya pernah menggunakannya ketika saya masih tinggal di Rumah orang tua (Perumahan Margahayu Jaya Bulak Kapal Bekasi), disana sudah menggunakan GAS ALAM (PGN), dan dari segi biaya lebih hemat.
    Mungkin kalo boleh usul coba ditanyakan oleh pihak terkait tentang GAS ALAM ini, karena ini lebih aman.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s