Kesemrawutan Di Minggu Pagi

Terasa sulit untuk berkata-kata, menyaksikan semrawutnya Jalan Raya Puri Cendana di setiap hari Minggu Pagi. beberapa gambar di bawah ini mungkin bisa memberi penjelasan :

Baru masuk sudah semrawut

Senam pagi memakai separuh jalan

Kemacetan tampak nyata.

Pejalan kaki dan pengendara motor berbaur

 

Pedagang menambah keramaian.

Sulit bedakan trotoar dan jalan

Dunia dagang memang hidup

Wisata murah juga asyik

Baru berangsur sepi menjelang siang

Begitulah kondisinya. Silahkan Anda menyimpulkan sendiri tentang keadaan ini. Kalau kami memberi judul “Kesemrawutan Di Minggu Pagi”, memang demikianlah keadaannya. Kami belum memberikan gambaran tertang dampak dari kesemrawutan ini. Nanti akan kami ulas lagi pada waktunya oke ? I Like Puri Cendana.

Pos ini dipublikasikan di 6. Gallery Foto, Bidang Keamanan, Bidang Perdagangan dan tag , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Kesemrawutan Di Minggu Pagi

  1. zulkiflijk berkata:

    Memang Kemacetan sudah menjadi-jadi di perumahan puri cendana apalagi sekarang sudah sampai ke danau kemacetan tersebut, Ingin menyebrang jalan saja susah banget. Apakah tidak bisa motor2 di larang masuk bila hari libur sehingga hanya pejalan kaki saja yg boleh. Sudah Begitu Sampah2 di saluran Air hasil dari kaki lima yg membuang sampah sembarang yg tidak di perhatikan oleh pengambil hasil dari para pedagang kaki lima.

  2. Farida Husband berkata:

    Mudah2an segera ada solusi yang baik untuk semua baik,pengunjung, pedagang dan lebih-lebih lagi warga Purna yang hak-hak kenyamanannya harus dijaga juga, gimana Forum RWnya dah berembuk ?

  3. jurisman naibaho berkata:

    Tdk menduga Puri Cendana jadi semrawut begini,,nyesal ambil rumah disini!! pernah coba tidur di Jl RPC,, suara motor brisik sekali, sementara di blok g,,polisi tidur jaraknya 1 utk satu rumah,,pada kaget x punya rumah!!,mlm hari jln rpc jd ajang maksiat remaja,tanpa ada yg peduli.

  4. sw fitriani berkata:

    selama saya tinggal disana memang penuh dengan pedagang saya cuma konsumen saja , sekarang rumah saya udah saya kontrakin, soalnya live at blok B so many cost that i used to pay… (mudah2an RT yang sekarang ngga..)

  5. Ferry Irawan berkata:

    Jujur saya katakan, suasana ramai yang terdapat di Puri Cendana menjadi daya tarik tersendiri buat saya. Karena saya berpendapat, jika saya butuh apa2 mudah. Untuk masalah kesemrawutan yang terjadi, memang tidak dapat dipungkiri yang terjadi sekarang sudah diluar ambang batas. Namun Jika dapat dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan membawa keuntungan sendiri bagi warga sekitar.
    Mengenai sampah yang ditinggalkan begitu saja, alangkah baiknya jika (siapapun yang nanti mengelola ini) memberi himbauan kepada para pedagang untuk membersihkan disekitar tempat ia berdagang sebelum ia pulang.
    Untuk para ABG yang tengah asyik “memadu kasih”, bisa dikerahkan security untuk menegur atau bahkan mengusir mereka untuk tidak melakukan hal2 yang tidak senonoh.
    terima kasih.

  6. thony berkata:

    PKL kalou di kelola dengan benar pasti sangat menguntungkan bagi Depelover dan penghuni rumah,, saya senang ada PKL belanja apa aja yang kita butuhkan ada,
    cuma PKL kurang terorganisir sehingga banyak warga Puri yang merasa tergannggu mau masuk ke perumahan mereka, macet dll. tapi jangan salah akibat banyaknya PKL di sana harga rumah di Puri melonjat drastis, dan sewa rumah apabila di kontrakkan menjadi tinggi..

    so tak perlu kwatir,, toh juga perumahan Puri juga bukan perumahan Mewah,
    saya tau sekali , wong warga puri juga banyak kelas menengah kebawah dan merekea kebanyakan bekerja sebagai karyawan kontrak dan PKL…

    Mohon PKL di kelola dengan baik agar tidak terjadi kesemrawutan.
    jangan hanya narik retribusi liar aja dari PKL.. sementara sampahnya mereka gak bertanggung jawab..

    Sekian.

  7. siti berkata:

    Saya warga blok B meskipun sudah ada penertiban masih tetap macet,disatu sisi pedagang untuk mencukupi kebutuhannya itu yang harus kita hormati dan jalan yang lancar itu yang kita mau sebagai warga.
    tetapi ada negatifnya dengan keramaian ini kemarin tetangga ada yang kena musibah,pada saat habis beli pulsa seorang anak yang bernama faujan digerbang blok B terjadi perampasan sepeda motor honda vario dengan modus bahwa sianak ini ikut tawuran dan dibawa kearah danau dan sianak ini diturunkan.

    PKL : juga manusia Penertiban ke lapangan Yesss!
    PKL : Pungli(Pungutan liar) harap digunakan untuk yang bermanfaat .amin

    Semoga dengan adanya penertiban dan punglinya Perumahan Puri Cendana lebih baik,tetapi uang yang dipungut dari pedagang harap digunakan untuk memperbaiki Fasilitas yang masih minim.
    Pedagang kebanyakan warga puri cendana pak…, tolong punya hati………..

    Anak sekolah……
    Bayar cicilan rumah+listrik…..
    dll.

    terima kasih .
    sekian.

  8. ook joko m berkata:

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Dimana2 PKL memang sulit ditertipkan, kalau bisa menertipkan PKL berarti dia bisa dicalonkan jadi gubernur….. (lah wong gubernur jakarta aja gak ada yang bisa !)
    Terlepas dari hal tersebut, PKL adalah pemakai lahan jalan yang terbentuk karena adanya permintaan konsumen, seandainya tidak terdapat konsumen pada daerah tersebut maka tidak akan ada PKL, buktinya di griya asri yang masih tersedia lahan yang luas tidak ada PKL.
    Permasalahannya memang akan sukar menertipkan PKL di Puri cendana, karena isyunya ada “permainan” dari oknum2 untuk kepentingan pribadi.

    Untuk itu saya mencoba untuk memberikan sedikit masukan seperti :

    Harus ada pendataan jumlah PKL dan luas lahan yang bisa digunakan. Kalau memang lahan yang ada hanya cukup untuk 100 PKL ya hanya 100 PKL saja yang bisa menggunakan lahan tersebut. Sekarang ini berapa luas lahan yang bisa digunakan oleh PKL di wilayah Puri Cendana.

    Harus ada orang/wadah/instansi yang berani mengambil alih peran dari “oknum” diatas misalnya kepala desa atau developer itu sendiri sehingga dapat bermanfaat bagi warga Puri Cendana.

    Harus dibentuk wadah/organisasi dari para PKL diPuri cendana yang dapat berkomunikasi atau menjembatani keinginan warga Puri cendana (dengan Paguyuban Argo Puri misalnya).

    Saya yakin sudah ada langkah individu dari warga yang mencoba melakukan penertiban hanya mungkin tingkatanya masih dalam skala kecil dan belum dengan skala yang lebih besar dan terprogram. Cobalah dengan kekuatan/wadah yang lebih besar dan terarah.

    Hanya teori ini yang dapat saya sumbangkan semoga dapat memberikan inspirasi bagi bapak2 yang mempunyai kekuatan yang lebih dari saya.

    Wassalamu’alaikum

  9. nanang berkata:

    Ass wr wb.

    Menanggapi dari bpk ook itu bagus dibuat wadah dan pendataan pedagang kaki lima berapa jumlah total yang ada,dan pungutannya diambil oleh orang yang ditunjuk oleh forum .
    Dan menghindari tumpang tindih pungutan liar.
    Dan saya info PUNGLI untuk THR yang dipungut dari Pedagang yang ada dilapangan kira_2 sebesar 300 ribu- 500 ribu.
    Mohon diingat !!!

    1.Berapa keuntungan pedagang ?
    2.Sampai hatikah moral kita terhadap saudara-2 kita yang ada sebagai PKL”Puri Cendana” ?
    3.Dana yg dipungut kemanakah Bapak ?

    Saya mohon oknum yang bermain harap sadar ingat kita hidup bertetangga saling membutuhkan, jangan ambil kesempatan pada saat orang mencari rezki untuk keluarganya.
    Tolong Dalam paguyuban ini mengenal Kekeluargaan,bukan kumpulan mencari kesempatan aji mumpung”PUNGLI”.

    Hanya ini yang bisa saya sampaikan , saya cuma warga biasa yang tdk berdaya.
    Wass wr wb.

  10. Q-Semar berkata:

    Setuju dengan Pak Nanang, PKL juga manusia dimana ia mempunyai kebutuhan untuk keluarganya, apalagi beban kehidupan sekarang ini sangat berat.
    Tolong jangan hanya menarik PUNGLI nya saja namun uang hasil PUNGLI tersebut “MENGUAP” entah kemana.

  11. Ping balik: Mengapa Jalan Kita Selalu Macet ? | Perumahan Puri Cendana

  12. yudslayer berkata:

    ikutan nimbrung boleh ya..? memang puri nih tambah rame…ya emang ga da tempat lain lagi yg kaya gini (sepertinya..hehe), jalannya lebar, aspal mulus, akhirnya orang2 berdatangan, sehingga mengundang pedagang2 pinggir jalan (PKL getu), dan tentu saja jadi macet.cet…solusinya enaknya gimana yo..? masa dibikin kaya puncak gitu sistem buka tutup..gak mungkin ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s