Delman dan Kuda Tunggangan

Entah dari mana asalnya, sampai saat ini penulis belum tahu. Setiap hari libur, terutama hari Sabtu dan Minggu pagi, di sekitar jalan raya Puri Cendana telah hadir beberapa Kuda Tunggangan dan Delman yang siap mengangkut penumpang. Penumpang di sini tentunya bukanlah yang punya kepentingan berjalan ke suatu tujuan untuk urusan tertentu, melainkan hanya sebagai bagian dari rekreasi keluarga.

Dengan bayaran tertentu, penumpang akan dibawa dengan menunggang kuda sendiri atau menaiki delman berkeliling sepanjang Jalan Raya Puri Cendana. Pengalaman ini tentu sangat mengasyikkan, terutama bagi anak-anak yang memang lahir dan besar di daerah perkotaan, yang jauh dari kehidupan hewan seperti kuda. menunggangi kuda akan menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan.

Menunggu Penumpang

Delman digemari anak-anak

Menunggang kuda memang termasuk olahraga yang sangat baik, bahkan ini adalah salah satu olahraga yang sangat di anjurkan oleh Rosululloh Muhammad SAW. Mengunggang kuda bisa menumbuhkan jiwa pemberani dan mandiri.

Tapi masalahnya, bagaimana jika kuda tunggangan ini justru membawa kotoran yang tentunya tidah sehat bagi lingkungan, apalagi di sebuah jalan raya yang padat penduduk. Yah… inilah yang harus diperhatikan. Karena sudah beberapa kali penulis melihat tumpukan kotoran kuda ini berserakan di tengah jalan, tanpa dihiraukan si pemilik kuda. Bagaimana kalau kotoran tersebut jatuh di depan rumah orang lain, apalagi jika bertepatan dengan sebuah rumah makan ? Tentu akan sangat merugikan bagi pemiliki rumah atau warung yang bersangkutan.

Untuk itu, alangkah bijaknya jika pemilik kuda ini juga mau memperhatikan kotorannya, jangan sampai merugikan orang lain. Hal ini perlu diingatkan kepada yang bersangkutan.

Pos ini dipublikasikan di Sarana Bermain dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Delman dan Kuda Tunggangan

  1. Totong Juhanto berkata:

    Sudah menjadi kewajiban dan pemandangan biasa dimana2 bila kuda tunggangan atau penarik delman diberi ‘celana’. So pasti di Puri juga WAJIB mesti pakai penampung kotoran. Saya yakin para ‘koboi’ pemilik kuda udah ngerti namun yaa biasa selagi gak ada yang mengingatkan mereka ogah2an. Jadi siapa yang mengingatkan mereka? Tiap pribadi? Argopuri? Satpam? Developer?

  2. Syamsir Alam berkata:

    Assalamu’alaikum, keberadaan delman dalam segi estitika saya dukung untuk mengurangi polusi, dan membudayakan transportasi tradisional, tapi klo untuk dipuri terus terang kami warga puri sangat terganggu.bukan dengan delmannya tapi cara parkirnya, lapisan pertama saluran air, kedua pedagang k5 dan motor agak sembarangan berhenti, dg pengendara duduk dijok tdk dipinggiri, lapis ketiga, tempat parkir delman, jadi hampir separoh jalan ditempati dengan kenderaan dan pedagang tidak bergerak, terutama saat sabtu dan minggu sore.

  3. Diah Prihatin berkata:

    Selama tdk mengganggu, bisa diatur, bisa ditertibkan, tdk menggangu mobil lewat, kenapa tdk kita dipertahankan. Sbg pilihan sarana rekreasi anak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s