MARAWIS, Potensi Seni Anak Santri

“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”. Setiap makhluk tumbuh dan hidup di habitatnya. Setiap jiwa membentuk suasana di mana dia ada.

Marawis Al-Muhajirin

Team Marawis Al-Muhajirin

Begitupun dengan seni. Seni adalah anugerah Ilahi. Tapi setiap makhluk berbeda dalam mengapresiasi. Contohnya seni musik Marawis, tak semua orang mengenalnya. Musik padang pasir bernuansa Islami ini biasanya dimainkan para santri. Iramanya mengalun membawa pesan kedamaian.

Seperti tampak anak-anak santri Masjid Al-Muhajirin Puri Cendana ini memainkannya. Mereka sangat menikmati.

Walau berat dirasa untuk menjadi bisa, tapi itulah seni. Apapun terasa ringan di tangan, beratnya latihan lenyap disapu kepuasan batin. Membuktikan bahwa diri ini bisa melakukannya. Itupun sudah bagian dari kepuasan tersendiri.

marawisGrup Marawis Al-Muhajirin telah beberapa kali tampil dalam perayaan. Diantara penampilan yang membawa kesan adalah ; menyambut kehadiran sang pengantin dalam acara pernikahan, memeriahkan acara hari-hari besar Islam, tampil dalam acara sunatan kawan, dan banyak lagi.

Lagu Marawis dikenal tidak mudah. Alunannya yang berbeda, dengan bahasa yang tak biasa pula, membuat tidak semua orang dapat membawakannya. Syarat minimal menyanyikan lagu-lagu marawis adalah fasih berbahasa arab. Karena sebagian besar lagu-lagu marawis itu berbahasa arab. kecuali lagu-lagu hasil gubahan kreatif dari seniman-seniman Indonesia.

Namun kesulitannya bukan untuk dihindari. Mudah-mudahan dengan menyanyikan-nya dapat mendorong seseorang untuk berkeinginan belajar bahasa Arab.

Nikmati hentakan musiknya

Nikmati hentakan musiknya

Mungkinkah mendengarkan lagu-lagu Marawis bisa mendorong seseorang ingin bisa bahasa Arab ?

Mungkin saja, bahkan sangat mungkin. Bukankah setiap orang cenderung kepada kesenangannya? Bukankah seni mampu memikat setiap diri pemurung menjadi ceria? Bukankah seni bisa mendorong seseorang berbuat tanpa pamrih?

Itulah seni. Tak ada yang  tak bisa. Yang ada adalah karena tak biasa. Jangan berhenti berlatih, Nak !! Kapan tampil lagi nich ? Ditunggu yachh…..

Pos ini dipublikasikan di Bidang Seni & Budaya, E - Taman Lawu, Masjid Al-Muhajirin dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke MARAWIS, Potensi Seni Anak Santri

  1. ajoull berkata:

    Kini ada ajang kreasi dan inovasi marawis. Peserta diperkenankan menggunakan syair berbahasa Indonesia. Bahkan teknik menyanyi pun boleh dikolaborasikan dengan acapella, rap, beat box, dll. Namanya Free Style Marawis Competition. Info lengkapnya ada di http://festival.baitulamin.org.

  2. M.adrizal nur soleh berkata:

    ass……
    sy ananda arizal nur soleh sangat bertrm kasih adanya marawir di lingkunan rw12. tapikok tdk jln lg.

  3. rahmat afandy berkata:

    ass?
    sy mw mengomentari nih klw rhamadan depan ank santrix jgn tggl di ruma aja dong
    prgi ceramah da’wai orang

  4. Mustofa Kamal berkata:

    Assalamu’alaikum.. Wr.Wb.

    Saya Marawis Irisma yang bertempat di Masjid Attaqwa Depan Puri Cendana, yang di pimpin oleh Ust. Abah Atang Khoirul Maftuhin, cuma ingin memberikan solusi aja… bila ingin Team Marawis berjalan terus… coba anak-anaknya jangan sesekali di manja… bila perlu mendapat alat-alat marawisnya dengan hasil keringatnya sendiri… insya Allah team tersebut akan merasa tidak rela bila dia meninggalkan groupnya sendiri…

    terima kasih…
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  5. Agis Sugiana berkata:

    Wa’alaikum salam. Akhi Mustofa Kamal. Wah… terima kasih atas saran baiknya. Emang itulah kendala kemalasan dan banyak godaan team yang dirasakan. Boleh juga nih kita kerjasama dalam latihan anak-anak Al-Muhajirin…. Semoga silaturahmi ini dapat berlanjut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s