Pemandangan ini sudah menjadi hal yang lumrah kita saksikan setiap hari. Terutama setiap pagi dan sore hari. Pemandangan yang ironis ini adalah berbarisnya pedagang kaki lima tepat di muka kantor developer PT. Duta Putra Mahkota, pengembang perumahan Puri Cendana.
Mulai dari pedagang buah, mainan anak-anak, makanan, dan lain-lain bebas dijajakan di sana tanpa ada teguran atau peringatan dari pihak developer ataupun dari satuan pengamanan.
Disebut ironis, karena kita tahu bahwa pihak developer PT. Duta Putra Mahkota telah sejak awal mencanangkan perumahan ini sebagai Hunian Bergengsi. Bahkan di sebelah kiri-kanan gerbang utama perumahan ini masih terpampang plang berwarna dasar merah bertuliskan PEDAGANG KAKI LIMA DILARANG MASUK.
Menyaksikan pemandangan ini tentunya setiap warga bertanya-tanya, apa pihak developer serius dengan segala slogan yang digaungkan selama ini ? Sampai kapan kondisi ini dibiarkan pihak developer ? Apakan ini memang menjadi bagian dari system marketing yang diciptakan untuk mempercepat penjualan rumah-rumah baru, atau menaikkan harga jual perumahan ?
Tak ada yang dapat dilakukan warga saat ini, selain menunggu dan menunggu niat baik dari pihak developer untuk memperbaiki keadaan. Atau sebaliknya menunggu hingga para penghuni bosan dan memilih untuk hengkang dari perumahan ini dengan penuh keterpaksaan, mencari hunian yang lebih nyaman untuk ditinggali bersama keluarga mereka.
Ket : Foto-foto diatas kami ambil hari hari Minggu Sore (7-8-2011).











Serba repot ya pak, seperti halnya jalan akses ke area perkampungan sekitar, kalau di tutup/pagar mereka yang lebih galak, kalau dibiarkan malah menjadi akses jalan umum, sebenarnya kami warga perumahan sangat maklum tidak mengapa karena tidak dipungkiri juga ada simbiosis mutualisme disini, tapi kadang etika dan attitude mereka sungguh sangat disayangkan, apalagi dengan adanya pemancingan…..
jalan utama puri kalo sore emang parah macetnya, apalagi dari pintu gerbang alfamidi sampe familymart.. serasa di jalanan jakarta macetnya.. hahahaha..