Ngabuburit di Tengah Macet

Ngabuburit, ini adalah istilah bahasa sunda yang artinya melakukan aktifitas untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa.

Bagi sebagian orang shaleh, ngabuburit tentu lebih baik dilakukan dengan banyak membaca Al-Qur’an (bertadarus), berdzikir, membaca buku, atau mendengarkan siraman rohani sambil menambah ilmu pengetahuan. Bisa di rumah, di mushola/masjid, atau di balai-balai warga.

Tapi bagi kebanyakan orang, ngabuburit lebih identik dengan berjalan-jalan sore mencari pemandangan indah, atau berbelanja untuk persiapan menu berbuka puasa. Seperti yang banyak kita saksikan setiap sore di Puri Cendana sepanjang bulan suci Ramadhan 1432 H.

Puri Cendana benar-benar telah menjadi surga bagi para pedagang selama bulan suci Ramadhan ini. Tak heran jika kita menyaksikan segala jenis dagangan tersedia di sini, baik di ruko, kios, maupun di pedagang kaki lima.

Pengunjung yang membludak setiap saat menjadi ladang usaha bagi warga maupun non warga puri Cendana untuk mengais rejeki. Tidak peduli kondisi kemacetan yang kian parah telah mengganggu aktifitas sebagian warga, seperti tampak pada galery foto yang kami tampilkan di bawah ini :

Ini ujian kesabaran lagi buat warga … Coba untuk mengikhlaskan segala kondisi lingkungan yang ada, supaya tidak merusak ibadah puasa kita. Biarlah ini bulan mengais rejeki bagi siapapun yang berjualan di sana… Ikhlaskan saja…

Ket : Foto-foro diatas kami ambil hari hari Minggu Sore (7-8-2011).

Catatan ini telah ditulis dalam Bidang Perdagangan, Pasar / Ruang Usaha, Sarana Bermain dan di-tag dengan . Penunjuk permalink.

Satu Respon untuk Ngabuburit di Tengah Macet

  1. Hahahahahaha Rame Banget !!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s