Mengapa Jalan Kita Selalu Macet ?

Naik Koasi, dijamin telat.

Kemacetan lalu lintas di wilayah Tambun Selatan sudah dikenal masyarakat luas, terutama di sepanjang ruas jalan raya Mangun Jaya ke arah Tambelang yang melintasi gerbang Perumahan Puri Cendana. Banyak orang bilang, “bukan Tambun kalau tidak macet…”. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi biang kemacetan yang tak pernah terselesaikan ini ?

Tentu banyak faktor yang mempengaruhinya. Diantaranya : Sarana jalan yang terlalu sempit, jumlah kendaraan yang semakin meningkat, seiring pertumbuhan perumahan dan jumlah penduduk yang sulit dikendalikan, juga seringkali disebabkan oleh ketidak disiplinan para pengguna jalan, terutama angkutan umum atau angkot.

Dilihat dari pertumbuhan penduduk, boleh jadi ini adalah faktor utama penyebab kemacetan. Berdasarkan data kependudukan Kecamatan Tambun Selatan ada 166.415 orang dari empat desa yang mengandalkan Jalan Mangunjaya dan melintasi Stasiun Tambun. Mereka merupakan warga yang tinggal di Desa Mekar Sari, Tridaya Sakti, Mangun Jaya, dan Desa Sumber Jaya.

Kasi Kependudukan Kecamatan Tambun, Tata Wijaya, merinci berdasarkan data yang dihimpun terakhir sampai Bulan April 2010, Desa Mangun Jaya dihuni 54.819 jiwa, Mekar Sari 36.145 jiwa, Tridaya Sakti 27.582 jiwa dan Sumber Jaya 47.869 jiwa. Rata-rata, kata Tata, mereka menggunakan akses jalan Tambun Mangun Jaya tersebut.

Seperti disampaikannya kepada tabloid Radar Bekasi, Tata membenarkan Jalan Mangun Jaya sudah sangat semrawut termasuk sampai perlintasan kereta api. ”Repot memang, di situ lokasinya sangat ramai,” tuturnya.

Apalagi usai Sensus Penduduk 2010 ini, Tata memprediksi statistik kependudukan di Tambun Selatan akan naik 30 persen. ”Saya yakin bakalan meledak lagi pertambahan warga baru di sini,” ujar lelaki berkumis tersebut.

Kalau hal ini dikaitkan dengan kemacetan jalan, tentunya Jalan Mangun Jaya Tambun akan semakin macet jika tidak dibenahi atau diperlebar jalannya.

Kami warga perumahan Puri Cendana tentu sangat berharap adanya penyelesaian  masalah ini secepatnya. Karena selama ini kami sering menjadi korban dari kemacetan parah di ruas jalan ini. Tidak hanya di jalan raya, tapi ke jalan dalam perumahan .kami pun sangat terasa kemacetannya. (Baca juga tulisan kami : Kesemrawutan Di Minggu Pagi).

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Jalan Lingkungan, Rute Kendaraan dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Mengapa Jalan Kita Selalu Macet ?

  1. Levy berkata:

    Terlalu banyak basa basi.
    Jawabannya mudah:
    1. Angkot/Koasi yang berhenti semaunya
    2. Tingkat kedisiplinan pengendara motor yang rendah (maklum SIM rata-rata nembak semua, jadi ga paham aturan dan rambu2)
    3. Aparat Polisi yang pura-pura ndak tahu kalau Angkot/Koasi ngetem, padahal dibelakangnya persis.. Ya maklum ada jatahnya :)

  2. Yuli Triyono berkata:

    Kepada Yth,
    Bpk2 RW Sepuri Cendana,
    sebenarnya saya sangat prihatin dengan kondisi sepanjang jalan Raya Puri Cendana,
    setiap hari Sabtu dan Minggu selalu macet, dan sampah berserakan dimana-mana dan pembangunan tempat usaha di atas got khususnya untuk rumah type 45 sepanjang jalan padahal peruntukkanya bukan untuk dicor permanen,

    ini menjadi tanggung jawab siapa?semestinya paguyuban se RW puri lah yang harus mengatur,
    puri begitu ramai tapi untuk penghijauan saja ga ada trus apa peran grup RW??

  3. Ahmad Jazuli berkata:

    Memang secara organisasi tanggung jawab forum RW atau Paguyuban ,tetapi kalau tidak didukung penuh oleh warga semua tidak akan tertib, harapan kita pengurus RW tegas ,Alhamdulillah pintu gerbang Blok C & E sudah bisa ditertibkan, pertanyakan aja pada setiap pertemuan warga dimasing2 RT

  4. Ook Joko Murdhianto berkata:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Kalau ada yang bisa mengatasi masalah kemacetan dijakarta dan sekitarnya, saya angkat jadi gubernur (lewat pilkada), Kalo dilihat dari sejarahnya, hal ini disebabkan oleh “Gubernur”nya juga, krn setiap ganti pemimpin ganti pula tata ruang (mungkin krn ada kepentingan pribadi). Yang ijo bisa jadi kuning, yang kuning bisa jadi merah. Kalo gubernurnya Ali Sadikin s/d sekarang, saya yakin-seyakin-yakinnya (tapi bukannya musyrik loh) Jakarta dan sekitarnya akan lancar.
    Jadi faktor yang kagak kalah penting dalam penyumbang kemacetan adalah…………………..
    toweng….. : “Peraturan yang gampang diubah2 oleh kepala pemda itu sendiri”
    Contohnya JAKARTA, jalur hijau jadi apartemen, daerah pemukiman jadi pusat bisnis, resapan air jadi Mall. dan masih banyak lagi.
    Buat TAMBUN,,,,, ayo bapak Kepala Pemda mumpung masih bisa menata lingkungan, bikin program yang jelas sampe 25 tahun kedepan. (tapi kagak mungkin..lihat lagi keatas)
    Ya sudah, kita warga cuma bisa pasrah..ngelus dada, sopan dijalan, sabar dijalan, dahulukan pejalan kaki.
    Kalo bisa jangan beli mobil,,, beli sepeda aja yang bisa dilipet-lipet (kalo pergi kekantor bareng istri dilipet jadi motor, kalo pergi bareng keluarga dilipet jadi mobil) kan jadi flesibel….
    Wasalam,
    Ook
    Warga Blok B

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s